Evy & Labuan Bajo

Good to Know
Evy Arvianti memilih Flores, NTT, sebagai tempat pengabdian selama 3 tahun setelah lulus dari Fakultas Kedokteran. Ia menjadi sangat terkesan dengan daerah ini sehingga menulis jurnal yang akhirnya menjadi novel "Me, Him, dan Labuan Bajo". Di sini pula ia bertemu dengan suaminya, Barkah Tri Aji.
Recommended Books
Buku yang saya rekomendasikan banyak, karena saya baca semua jenis buku.Karya-karya Habiburrahman saya suka, dari luar saya menggemari karya thriller Frederick Forshyt yang selalu menengangkan.Yang terbaru tetralogi Andrea Hirata juga boleh. Khususnya buat anak kedokteran, ada banyak buku tentang seputaran kehidupan dokter dan sepak terjangnya seperti : Faisal baraas dokter jantung (Beranda Kita) cerita seperti chicken soup lalu ada John manangsang dokter kandungan - catatan perjalanan dokter puskesmas di papua - seperti novel saya tapi bukan fiksi.
Bisa ceritain nggak, apa yang mengilhami penulisan novel 'Me, Him & Labuan Bajo'?
Yang mengilhami karena sehari-hari saya dikelilingi dokter muda yang harus saya bimbing di rumah sakit dr. Sutomo surabaya di bagian kulit dan kelamin. Mereka banyak mengeluh takut bila harus jadi dokter PTT di daerah terpencil. Pengalaman saya di Flores akhirnya mengilhami saya agar mereka tahu banyak tanpa saya harus menggurui. Akhirnya jadilah novel romans yang membungkus sebuah cerita catatan perjalanan dokter puskesmas di tempat terpencil.
Sudah menulis berapa buku?
Sudah menulis satu setengah buku. Maksudnya buku kedua sedang dikebut. Masih seputaran cerita anak kedokteran, pangsa umur 20-an.Semoga cepat release ya. Minta doanya.
Kapan mulai menulis?
Mulai menulis sejak mahasiswa FK dulu, sebatas cerpen tapi dinikmati sendiri. Novel pertama ditulis 2005 dan 4 bulan kelar.Tapi finishingnya setahun.
Bagaimana meluangkan waktu Anda diantara kesibukan seorang dokter kemudian menulis?
Masalah membagi waktu adalah bagian yang memusingkan he he. pagi sampai siang harus mengajar, sore praktek sampai malam. jadi bisanya nulis malam kalau anak2 sudah tidur semua. itu pun tidak bisa setiap hari karena malam2 saya kadang harus belajar untuk bimbingan baik dokter muda maupun peserta dokter spesialis yang mau ambil brevet. Belum tugas saya sebagai istri dan ibu 3 anak.Novel ke 2 cukup terlunta-lunta karena akhir2 ini kegiatan saya cukup padat.
Terus ada tempat yang khusus nggak buat nulis?
Tempat nulis paling enak di atas tempat tidur bawa lap top dan pake ear phone untuk dengarkan musik supaya gampang nulis dan bisa mood.Musik yang dipilih sesuai adegan yang akan ditulis. Bila pas adegan sedih maka dengerin musik yang mellow...dan sebaliknya bila adegan senang ya cari musik yang bikin happy.
Proses penerbitan bukunya gimana kemarin?
Proses penerbitan buku alot banget. Ditolak 2 penerbit buku besar karena tidak sesuai dengan visi misi mereka. Akhirnya dapat Airlangga University Press yang pas dengan muatan buku ini
Terus sudah ada gambaran belum soal buku berikutnya?
Buku berikutnya tetap seputaran mahasiswi FK dokter muda yang juga seorang kenshi (pemain kempo) mencari jati diri, cinta dan tujuan hidupnya.
Ada tips nggak buat penulis pemula?
Buat penulis pemula jangan ragu untuk nulis dan tidak putus asa. cari tema yang orang lain belum pernah tulis biar punya nyawa.
Bagaimana rasanya mendapat feedback dari pembaca anda
Feedback banyak baik melalui email maupun hp (sms/telpon langsung). Bebeapa masih terus keep in touch. Punya saudara dan teman baru. Menyenangkan.
Apa/siapa yang menjadi inspirasi anda dalam menulis?
Inspirasi bisa dari mana saja: dari pengalaman pribadi, teman, saudara, lalu dari baca novel lain lalu dari film luar negeri/dalam negeri dan masih banyak. inspirasi kadang tidak terduga datangnya.
Thanks, Mbak! Good Luck!
Evy Ervianti memberikan satu buku untuk satu orang pemenang yang dapat menjawab pertanyaan berikut:
Dimanakah setting novel karya Evy Ervianti yang berjudul "Me, Him & Labuan Bajo"?
Kirimkan jawaban ke kutukutubuku.com selambat-lambatnya 31 Maret 2008.
|