Out of stock.
Welcome Guest! Silakan Sign In untuk membeli buku secara online. Pelanggan Baru? Sign Up disini

Ada Apa Dengan Cinta?

Penulis : Jujur Prananto
Penerbit : Metafor Publishing
ISBN :
Halaman :
Harga : 55,000.00 46,750.00 (Anda hemat 8,250.00)
Out Stock
stdClass Object
(
    [uid] => 6876
    [code] => 3381
    [name] => Ada Apa Dengan Cinta?
    [price] => 46750.0000
    [market_price] => 55000.0000
    [status] => publ
    [description] => 

Bagi kelima sahabat – Maura, Alya, Milly, Karmen dan Cinta – hidup berpusar di sekitar majalah dinding, basket, mall dan grup-grup band sekolah. Sampai kemudian Cinta jatuh cinta pada Rangga. Rangga adalah cowok pendiam, dingin, dan “nggak gaul�. Bahkan, menurut Cinta sendiri, Rangga itu “masuk ke kategori nyebelin dan harus dijauhin!�; “sejenis mahluk yang sombong banget, belagu nggak keruan, sengak banget!!�. Dari sana masalah demi masalah muncul: Borne si cowok idola cemburu; Alya jatuh depresif; dan Cinta makin bimbang: Rangga, atau sahabat-sahabatnya?

Ada Apa Dengan Cinta? adalah film Miles Productions setelah hit mereka Petualangan Sherina. Sekali lagi mereka bekerja sama dengan penulis skenario Jujur Prananto, menghasilkan sebuah skenario yang menyegarkan, dengan dialog-dialog yang lincah dan jujur. Skenario ini tampil kuat, mampu menghidupkan imajinasi pembacanya. Sebagai sebuah cerita, Ada Apa Dengan Cinta? mampu menyentuh kita dan menghadirkan tawa – baik ketika ditonton sebagai film, maupun saat dibaca dalam bentuk skenario. Menampilkan foto-foto di balik layar serta memuat diskusi tentang proses pembuatan skenario Ada Apa Dengan Cinta?, buku ini juga akan sangat bermanfaat bagi setiap orang yang tertarik pada dunia film; dan terutama bagi mereka yang ingin mendalami proses bagaimana cara sebuah skenario dibangun.

“Tulang punggung sebuah film adalah skenario. Tanpa skenario yang bagus, pas dan wajar, sebuah film akan jatuh menjadi karya yang dilupakan sejarah. Skenario Ada Apa Dengan Cinta? berhasil menunjukkan dirinya sebagai tulang punggung (film) dan sebagai karya yang mandiri.� - Leila S. Chudori -

“Skenario yang baik sama penting dengan filmnya, dan sama berharga dengan karya sastra manapun, sehingga layak dibukukan. Pembacanya bisa mengembangkan imajinasi secara lebih kreatif dari sang sutradara. Skenario adalah karya tekstual yang mandiri.� - Seno Gumira Ajidarma -

[options] => [tag] => [ccy] => [listed_on] => 2006-08-03 00:00:00 [stock_status] => os )

Descriptions

Bagi kelima sahabat – Maura, Alya, Milly, Karmen dan Cinta – hidup berpusar di sekitar majalah dinding, basket, mall dan grup-grup band sekolah. Sampai kemudian Cinta jatuh cinta pada Rangga. Rangga adalah cowok pendiam, dingin, dan “nggak gaul�. Bahkan, menurut Cinta sendiri, Rangga itu “masuk ke kategori nyebelin dan harus dijauhin!�; “sejenis mahluk yang sombong banget, belagu nggak keruan, sengak banget!!�. Dari sana masalah demi masalah muncul: Borne si cowok idola cemburu; Alya jatuh depresif; dan Cinta makin bimbang: Rangga, atau sahabat-sahabatnya?

Ada Apa Dengan Cinta? adalah film Miles Productions setelah hit mereka Petualangan Sherina. Sekali lagi mereka bekerja sama dengan penulis skenario Jujur Prananto, menghasilkan sebuah skenario yang menyegarkan, dengan dialog-dialog yang lincah dan jujur. Skenario ini tampil kuat, mampu menghidupkan imajinasi pembacanya. Sebagai sebuah cerita, Ada Apa Dengan Cinta? mampu menyentuh kita dan menghadirkan tawa – baik ketika ditonton sebagai film, maupun saat dibaca dalam bentuk skenario. Menampilkan foto-foto di balik layar serta memuat diskusi tentang proses pembuatan skenario Ada Apa Dengan Cinta?, buku ini juga akan sangat bermanfaat bagi setiap orang yang tertarik pada dunia film; dan terutama bagi mereka yang ingin mendalami proses bagaimana cara sebuah skenario dibangun.

“Tulang punggung sebuah film adalah skenario. Tanpa skenario yang bagus, pas dan wajar, sebuah film akan jatuh menjadi karya yang dilupakan sejarah. Skenario Ada Apa Dengan Cinta? berhasil menunjukkan dirinya sebagai tulang punggung (film) dan sebagai karya yang mandiri.� - Leila S. Chudori -

“Skenario yang baik sama penting dengan filmnya, dan sama berharga dengan karya sastra manapun, sehingga layak dibukukan. Pembacanya bisa mengembangkan imajinasi secara lebih kreatif dari sang sutradara. Skenario adalah karya tekstual yang mandiri.� - Seno Gumira Ajidarma -


Member baru? daftar di sini, gratis!
Lupa password? klik disini