Book
- Agama »
- Agriculture »
- Anak-Anak »
- Arsitektur & Interior »
- Bahasa & Kamus »
- Biografi & Memoar
- Bisnis »
- Buku Bekas
- Buku Impor »
- Buku Pelajaran »
- Buku Rekomendasi »
- Diskon 20% - 45%
- Diskon 50%-75%
- DISKON SERBA 5000
- Ebook
- Fiksi »
- Hobby & Interest »
- Imported Magazines
- Kesehatan »
- Komik
- Komputer »
- Komunikasi
- Majalah Lokal
- Makanan & Masakan »
- Non Fiksi »
- PAKET PROMO
- Paket Valentine
- Perhotelan & Pariwisata
- Politik & Hukum »
- Psikologi & Pengembangan Diri »
- Sains & Teknologi »
- Teknik
- Teknologi
- Textbook »
- True Story »
- Voucher Buku
Buku oleh Penulis
Jurnal Perempuan Edisi 43
Penulis : Jurnal Perempuan
Penerbit : yayasan jurnal perempuan
ISBN :
Halaman :
Harga :19,100.00 16,235.00 (Anda hemat 2,865.00)
Penerbit : yayasan jurnal perempuan
ISBN :
Halaman :
Harga :
Descriptions
Jurnal Perempuan Edisi 43 Judul Melindungi Perempuan dari HIV/AIDS Tahun Terbit Nopember 2005 Tebal 168 halaman Harga Satuan Rp. 19.100 Harga Berlangganan 1 tahun 6 edisiRp. 91.800
Seberapa Berdayakah Perempuan Atas HIV/AIDS ?
“Saya tertular HIV/AID dari suami saya yang kemudian saya tularkan kepada bayi saya….”.
(Pernyataan seorang ibu di Jayapura yang dirangkum dalam Radio Jurnal Perempuan edisi 146 dan Jurnal Perempuan edisi 24, tahun 2002).
Dari permasalahan di atas, nampak bahwa permasalahan perempuan yang terjangkiti HIV/AIDS amatlah kental dengan diskriminasi gender, selain kasus perempuan yang terjangkiti HIV/AIDS karena pasangannya lebih dominan, perempuan dan anak-anaklah yang akhirnya menjadi korban, menyandang stigma seumur hidup terutama dari lingkungannya, kehilangan masa depan, dan kehilangan hak bereproduksi.
Data dari UNAIDS menunjukkan bahwa jumlah perempuan yang terinfeksi HIV/AIDS terus meningkat tiap tahunnya. Saat ini di dunia terdapat 39,4 juta orang yang hidup dengan HIV/AIDS, dan diperkira-kan separuhnya adalah perempuan. Sementara di Asia 8,2 juta orang hidup dengan HIV/AIDS dan 2,3 jutanya adalah perempuan. Di Indonesia sendiri diperkirakan jumlah perempuan pengidap HIV/AIDS mencapai 21 % dari 5.701 kasus HIV/AIDS yang dilaporkan. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo juga melaporkan bahwa hingga Desember 2004, pengidap HIV/AIDS yang ditangani Pokdisus AIDS FKUI/ RSCM mencapai 635 kasus, dan 82 diantaranya (12,9 %) adalah perempuan dengan rentang usia 15-53 tahun, dan 76,8 % dari mereka telah menikah.
Disini dapat dilihat bahwa perempuan yang aktif secara seksual dan menikah adalah kelompok yang paling rentan. Pendekatan ABC (abstinence, be faithful or use condom) atau yang dikenal dengan setia pada pasangan dan menggunakan kondom nampaknya kurang berlaku di sini. Sebab terinfeksinya perempuan kerap bukan karena kurangnya pemahaman tentang penyakit tersebut, tapi lebih dikarenakan perempuan tidak memiliki kekuatan sosial dan ekonomi serta posisi tawar yang memadai untuk melindungi diri mereka. Contohnya adalah kasus yang sering terjadi terhadap perempuan Papua. Mereka terinfeksi dari suami yang sering pergi ke tempat prostitusi dan lalu menularkan kembali kepada anak mereka.
Perempuan muda kerap juga tidak kuasa menentang kehendak pacarnya untuk berhubungan seks sebagai bukti cinta, selain itu perempuan juga kerap tidak memiliki kekuatan untuk bernegosiasi dalam penggunaan kondom. Karenanya selain peningkatan pemahaman akan kesetaraan gender dalam masyarakat perlu ditingkatkan, ketahanan perempuan dalam melawan ancaman HIV/AIDS bagi dirinya juga perlu didukung.
Berkaitan dengan HIV/AIDS, dari hasil penelitian di lapangan tim YJP menemui beberapa persoalan antara lain: Ibu yang terinfeksi HIV/AIDS yang ditularkan suami, dan lalu menularkan penyakit tersebut kepada janin yang dikandungnya, perempuan pekerja seks yang tidak kuasa menolak tamu laki-laki yang tidak bersedia memakai kondom. Akhirnya dikarenakan terdesak kebutuhan akan uang, ia pasrah menanggung resiko tertular HIV/AIDS, perempuan yang tertular HIV/AIDS saat mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi, dan remaja perempuan yang tidak kuasa menolak permintaan pacar untuk melakukan hubungan seks yang tidak aman dengan dalih bukti cinta, perempuan yang menyandang stigma dan perempuan yang kehilangan haknya untuk bereproduksi dan mengasuh anak karena HIV/AIDS.
Kini saat yang tepat untuk masyarakat peduli akan nasib perempuan baik dewasa maupun anak-anak dalam penyebaran HIV-AIDS dan melindungi hak mereka demi terbebas dari virus yang mematikan ini. Sebelum Indonesia menjadi seperti negara-negara di kawasan sub sahara dimana tiga perempat populasi perempuan dunia yang mengidap HIV/AIDS tinggal disana. Dan bagi perempuan positif sendiri, dengan peningkatan pemahaman akan persoalan gender dalam persoalan HIV/AIDS ini diharapkan dapat membuat mereka lebih berdaya, membangun jaringan yang berguna bagi kebutuhan mereka (misalnya dengan membangun jalinan dengan organisasi-organisasi perempuan). Disamping itu perlu juga untuk memahami bentuk-bentuk diskriminasi gender dan kekerasan serta bagaimana agar dapat mengatasinya seorang diri ataupun diharapkan dapat menjadi survivor yang bisa menularkan kesadaran tersebut kepada perempuan positif lain dan saling menguatkan serta meningkatkan rasa persaudarian. (AV)
Daftar Isi Jurnal Perempuan 43
Prolog
Perempuan Dalam Dimensi Kemiskinan Topik Empu
Kerentanan Perempuan terhadap HIV/AIDS Baby Jim Aditya
Masalah Kesehatan Reproduksi Perempuan, Ketimpangan Gender dan HIV/AIDS Laily Hanifah dan Dwi Sisca Kumala
Membentengi Perempuan dan Anak dari Narkoba dan HIV/AIDS: Memahami Peran Keluarga dan Lingkungan Joyce Djaelani Gordon dan David Djaelani Gordon
Membuka Mata Masyarakat: Menghapus Diskriminasi dan Stigma Perempuan dengan HIV/AIDS Nurul Arifin
Pentingnya Jurnalisme Empati dalam Merepresentasi HIV/AIDS dalam Media Luviana
Tentang Perempuan dan HIV/AIDS Positifnya Eko Bambang Subiyantoro
Kliping Hak Kepemilikan dan Waris Bagi Perempuan Positif HIV/AIDS - Kerentanan Perempuan tertular HIV/AIDS - Jalur Penyebaran AIDS di Dunia - Perempuan Positif Bersatu: Pembentukan Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Kata Makna Perbedaan AIDS dengan Penyakit Lainnya Gender dan HIV/AIDS HIV/AIDS dan Stigma Sosial
Wawancara Firliana Purwanti "Keterpinggiran Perempuan Positif di Asia Terkait dengan Isu Kultural, diantaranya adalah Tabu..."
Profil Kabiti Ishaya Menyelamatkan Kehidupan Setiap Waktunya Mariana Amiruddin Perempuan Luar Negeri Hak Asasi Manusia: Pengalaman Perempuan Positif di Belahan Dunia M.B. Wijaksana Artikel Lepas Keadilan dan Keluarga: Kritik Feminis terhadap Teori Rawls Sri Lestari Wahyuningroem Resensi Buku Buku: It’s Always Possible Menguak Martabat Perempuan dalam Penjara Lutfiatus Sholihah Rak Buku Buku: Perempuan di Balik Tirai Dunia Narkoba (Menguak Realita, Menjangkau Harapan) Kodependensi dan Perempuan Pecandu Sofia Kartika Kolom Budaya Cerpen : Batu Ibu Oleh: Dyah Indra Mertawirana Puisi : hana Oleh: Wachid Eko Purwanto Resensi Film Moolaade, Sebuah film fiksi humanis feminis dari Afrika Faiza Mardzoeki Surat Pembaca
Perempuan Dalam Dimensi Kemiskinan Topik Empu
Kerentanan Perempuan terhadap HIV/AIDS Baby Jim Aditya
Masalah Kesehatan Reproduksi Perempuan, Ketimpangan Gender dan HIV/AIDS Laily Hanifah dan Dwi Sisca Kumala
Membentengi Perempuan dan Anak dari Narkoba dan HIV/AIDS: Memahami Peran Keluarga dan Lingkungan Joyce Djaelani Gordon dan David Djaelani Gordon
Membuka Mata Masyarakat: Menghapus Diskriminasi dan Stigma Perempuan dengan HIV/AIDS Nurul Arifin
Pentingnya Jurnalisme Empati dalam Merepresentasi HIV/AIDS dalam Media Luviana
Tentang Perempuan dan HIV/AIDS Positifnya Eko Bambang Subiyantoro
Kliping Hak Kepemilikan dan Waris Bagi Perempuan Positif HIV/AIDS - Kerentanan Perempuan tertular HIV/AIDS - Jalur Penyebaran AIDS di Dunia - Perempuan Positif Bersatu: Pembentukan Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Kata Makna Perbedaan AIDS dengan Penyakit Lainnya Gender dan HIV/AIDS HIV/AIDS dan Stigma Sosial
Wawancara Firliana Purwanti "Keterpinggiran Perempuan Positif di Asia Terkait dengan Isu Kultural, diantaranya adalah Tabu..."
Profil Kabiti Ishaya Menyelamatkan Kehidupan Setiap Waktunya Mariana Amiruddin Perempuan Luar Negeri Hak Asasi Manusia: Pengalaman Perempuan Positif di Belahan Dunia M.B. Wijaksana Artikel Lepas Keadilan dan Keluarga: Kritik Feminis terhadap Teori Rawls Sri Lestari Wahyuningroem Resensi Buku Buku: It’s Always Possible Menguak Martabat Perempuan dalam Penjara Lutfiatus Sholihah Rak Buku Buku: Perempuan di Balik Tirai Dunia Narkoba (Menguak Realita, Menjangkau Harapan) Kodependensi dan Perempuan Pecandu Sofia Kartika Kolom Budaya Cerpen : Batu Ibu Oleh: Dyah Indra Mertawirana Puisi : hana Oleh: Wachid Eko Purwanto Resensi Film Moolaade, Sebuah film fiksi humanis feminis dari Afrika Faiza Mardzoeki Surat Pembaca













Komentar Produk