Book
|
User LinksUser LinksInfo Spesial Anthurium Wave of Love
Penerbit : Trubus (Penebar Swadaya)
ISBN : Halaman : Harga :
DescriptionsMedio 1998, pascakrisis moneter, bisnis tanaman hias mulai meredup. Turunnya nilai tukar rupiah memacu kenaikan biaya produksi. Banyak nurseri yang terpaksa gulung tikar. Di tengah masa-masa suram itulah seorang pekebun di daerah Jakarta Selatan mulai berkenalan dengan anthurium wave of love. Tiga tongkol gelombang cinta yang disodorkan seorang penjual dibeli dengan harga Rp300.000. Dari ketiga tongkol itu dihasilkan 1.500 biji. Tak dinyana, 100 semaian umur beberapa bulan itu laku terjual dengan harga Rp900.000. Rasa optimis mendorong dilakukannya perburuan di seputaran Rawabelong, Kebonjeruk - sentra tanaman hias di Jakarta. Di tempat itu wave of love tidak termasuk tanaman berharga. Satu polibag isi berbagai ukuran hanya dihargai Rp2.000 - Rp8.000. Padahal setelah dipindah ke pot ukuran 24 cm, 200 anthurium klasik itu ludes dengan harga Rp25.000/pot. |





