Her Last Death diawali saat telepon berdering pada suatu pagi di sebuah rumah di Montana, tempat tinggal Susanna Sonnenberg bersama suami dan dua putranya yang masih kecil. Bibinya menelepon untuk memberi tahu Susanna bahwa ibunya sedang koma akibat kecelakaan mobil. Kecil kemungkinan ibunya selamat. Seorang anak pasti akan bergegas pergi menempuh ribuan kilo untuk menemui ibunya yang sedang sakit. Tetapi, Susanna tidak mampu pergi. Memoarnya yang berani ini akan menjelaskan penyebabnya.
Glamor, karismatik, dan pembohong, ibu Susanna menggoda setiap orang yang melintas di orbitnya. Dengan perilaku dan penilaian memalukan akibat penggunaan narkoba, ia mengajari anaknya seni berhubungan seks dan keuntungan berbohong. Susanna berusaha keluar dari dunia yang menarik ini, dan bersikukuh, laiknya banyak putri lain, untuk tidak meniru sosok ibunya. Sonnenberg menggali kenangan perih dan mengerikan saat ia menuangkan ketetapan hatinya yang sengit untuk menempa kemandiriannya, menjadi seorang perempuan yang dapat dipercaya sekaligus ibu yang baik bagi anak-anaknya.
Her Last Death merupakan karya yang menarik, menenangkan, dan indah mengobarkan. "Sebuah cerita berani... ditulis dengan pandangan teguh dan ketenangan menawan."-Pam Houston, O, The Oprah Magazine
"Jeli dan indah."-People (Critic`s Choice)
"Merah dan membakar. . . memoar yang tak terlupakan."-Elle
SUSANNA SONNENBERG lahir tahun 1965 dan besar di New York. Tulisannya muncul di Elle, Parenting, dan O, The Oprah Magazine, juga di berbagai publikasi lain. Ia tinggal di Montana.