Book
|
User LinksUser LinksA Lucky Child
Penerbit : Elexmedia Komputindo
Penulis : Thomas Buergenthal ISBN : 9786020014333 Halaman : 280 Harga :
DescriptionsKisah menakjubkan, kadang mencengangkan, tentang pencarian perlindungan dan kebaikan dari tempat yang mustahil, pengalaman nyaris mati yang aneh, serta kehendak teramat kuat untuk hidup -Atlanta Journal-Constitution TS A LUCKY CHILD MEMOAR SURVIVOR AUSCHWITZ SEMASA BOCAH THOMAS BUERGENTHAL .
Karya mengharukan seorang visioner. Dalam kata-kata paling sederhana dan cara teramat tabah, Thomas Buergenthal menceritakan dirinya semasa bocah. -Cynthia Ozick, pengarang Heir to the Glimmering World THOMAS BUERGENTHAL belum genap berusia enam tahun ketika dipaksa masuk ke permukiman Yahudi di Polandia bersama kedua orangtuanya. Empat tahun berselang, mereka naik kereta api tujuan Auschwitz, dan Thomas dipisahkan dari orangtuanya. Thomas yang sendirian dan berumur sepuluh tahun diselamatkan oleh kecerdikannya dan beberapa goresan keberuntungan yang luar biasa sehingga lolos dari Auschwitz dan barisan terhukum mati. Penuh wawasan kebenaran yang mengaduk-aduk dari seorang bocah.
Memoar ini menyampaikan kekuatan tekad dan kehendak yang bisa ditunjukkan dengan jelas bahkan oleh korban Holocaust termuda sekalipun. Mulai dari belajar naik sepeda milik opsir SS sampai curi-curi meminum susu lezat, Buergenthal memperlihatkan bahwa keindahan bisa diabadikan dalam wajah kesengsaraan terbesar. A Lucky Child menjadi pengingat pendorong akan kuasa doa dan ketabahan semangat manusia. Kalian pikir sudah mendengar semua. Yang ini beda.
Prosa jernih yang menyusun kisah pribadi Buergenthal-serta pertanyaan-pertanyaan mengenai etika yang dihadirkannya-sungguh bacaan yang menggigit. -Booklist Kenangan akan Anne Frank dan Elie Wiesel. Buergenthal sangat fasih mengungkapkannya bagi jutaan korban Holocaust. Hal yang tak bisa dilakukan pengarang lain. -Mary McReynolds, warga Oklahoma THOMAS BUERGENTHAL hijrah ke Amerika Serikat tahun 1951. Lebih dari sepuluh tahun menjabat sebagai hakim Amerika di International Court of Justice di Den Haag, sekarang dia menjadi profesor hukum internasional dan hak asasi manusia di Fakultas Hukum George Washington University. |





