Erupsi Merapi Oktober - November 2010 dikatakan sebagai Erupsi terbesar sejak 100 tahun terakhir. Rutusan korban jiwa dan ribuan rumah luluh lantak diterjang guguran awan panas atau sering disebut "Wedhus gembel" 400.000 ribu jiwa lebih terpaksamengungsi hingga berminggu-minggu. Hiruk-pikuk kerepotan ini sampai-sampai membuat Presiden SBY memutuskan untuk melimpahkan kewenangan penanganan bencana kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bukan lagi kepada satuan daerah. Meski melibatkan BNPB dan berbagai LSM sosial serta ribuan relawan, aksi penanggulangan ini tak lepas peran penting TNI sebagai satuan pendukung penanggulangan bencana. Buku ini adalah bidikan kecil yang merekam kiprah TNI di medan Merapi yang telah dimulai sejak status waspada hingga letusan terjadi bertubi-tubi pada Oktober - November 2010, bahkan hingga kekhawatiran bahaya sekunder lahar dingin menjadi kenyataan pahit di Kabupaten Magelang awal 2011