Welcome Guest! Silakan Sign In untuk membeli buku secara online. Pelanggan Baru? Sign Up disini

Mencari HAM dalam Islam

Penerbit : Banana PUBLISHER
Penulis : Grup Banana
ISBN : 9791079102
Halaman :
Harga : 33,300.00 28,305.00 (Anda hemat 4,995.00)

Descriptions

Bagaimana wacana keagamaan klasik dapat bergumul dan berdialog dengan isu HAM? Bagi Baqir al-‘Afif, peneliti berkebangsaan Sudan, isu HAM seperti hak kaum perempuan, hak kelompok minoritas, dan kebebasan beragama adalah persoalan serius. Dosen di Universitas Manchester, Inggris, ini Ia lantas membuat studi untuk Markaz al-Qahirah Li Dirasat Huquq al-Insan (Pusat Kajian Hak Asasi Manusia di Kairo) yang menjadi bagian pertama buku ini.



Menurut Baqir, di kawasan Arab dan negara Islam, wacana HAM sering mengalami kerancuan, distorsi, dan kesalahpahaman. Pemaparannya sering bersifat apologetik, terpengaruh, atau bahkan kadang secara sengaja diseret oleh para pembahasnya ke dalam konflik politik lokal. Baqir akhirnya menggolongkan para pemikir HAM di kalangan Islam berdasarkan sembilan metode yang mereka pakai:  ikhfa’i (menutup-nutupi), i’tidzari (apologetik), difa’i (defensif), sharih (jelas dan tegas), murawigh (penghindaran), multawi (pemelintiran), intiqa’i (selektif), khathabi (retorik), dan syamil (komprehensif) yang dipuji Baqir karena tidak menjadikan syariat sebagai terminal akhir Islam.

 

Kontan, makalah Baqir mendapat tanggapan keras dari beberapa penulis yang menjadi bagian kedua buku ini. Beberapa menganggap Baqir kebarat-baratan, menyebarkan sekularisme, dan kurang paham Al Quran. Turut memberi respons Ghanam Jawad, Shalahuddin al-Jursyi, Wahid Abdul Madjid, Saifuddin Abdul Fattah, Ghaits Nais, Hani Nashirah, dan Haitsam Manna’. Mereka mewakili berbagai unsur masyarakat Arab Islam (Mesir, Sudan, Tunisia, Irak dan Suriah) sekaligus aliran pemikiran yang berbeda-beda sehingga diskusi semakin kaya.

 

Tanggapan paling istimewa dan mengejutkan datang dari Ahmad Shubhi Manshur. Menurut Manshur, baik Baqir maupun pihak yang dikritiknya dan dipujinya sama-sama berkutat di tataran konvensional. Selanjutnya, Manshur menawarkan “pembacaan baru” terhadap teks Quran untuk persoalan HAM yang berbeda dengan yang dilakukan golongan Sunni, Syiah, dan Sufi. Pembacaan ini menggunakan konsep Al Quran sendiri tanpa terpengaruh pendapat sebelumnya yang sudah mapan. Dengan cara ini, pemelintiran dan seleksi terhindarkan, dan hasilnya, ternyata Al Quran sangat padu dengan konsep HAM universal.

Member baru? daftar di sini, gratis!
Lupa password? klik disini

Buku oleh Penulis

Eendaagsche Exprestreinen

Eendaagsche Exprestreinen

59,000.00 50,150.00 (Anda hemat 8,850.00)