Pak Pelatih kepada Papa Gusni: “Jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia karena Tuhan sedikit pun tidak pernah.”
Pak Pelatih kepada Papa Gusni: “Laki-laki memang belum jadi laki-laki kalau belum merasakan besar dan tulusnya cinta seorang perempuan, tulus,… penuh untuknya… Padahal untuk mendapatkan cinta sebesar itu dari seorang perempuan, yang harus dilakukan oleh seorang laki-laki hanyalah memberikan cintanya sebesar itu juga, penuh,… tanpa batas… tanpa balas…”