Welcome Guest! Silakan Sign In untuk membeli buku secara online. Pelanggan Baru? Sign Up disini

Sistem Informasi Manajemen Edisi Kedelapan

Penulis : Kenneth C. Laudon & Jane P. Laudon
Penerbit : Andi
ISBN :
Halaman :
Harga : 142,000.00 120,700.00 (Anda hemat 21,300.00)
stdClass Object
(
    [uid] => 1337
    [code] => 3609
    [name] => Sistem Informasi Manajemen Edisi Kedelapan
    [price] => 120700.0000
    [market_price] => 142000.0000
    [status] => publ
    [description] => Mengelola Perusahaan Digital 
ISBN: 979-731-704-8
Author: Kenneth C. Laudon & Jane P. Laudon
xxxvi + 800 hlm, 20 x 29 cm
Cetakan I, 2005
Harga Awal: Rp.142000

Sistem Informasi Manajemen: Mengelola Perusahaan Digital, Edisi Kedelapan mengacu pada premis bahwa pengetahuan sistim informasi merupakan esensi penting untuk menciptakan perusahaan yang kompetitif, mengatur kerjasama global, menambahkan nilai bisnis, dan menyediakan produk dan jasa yang bermanfaat bagi pelanggan. Buku ini memberi suatu pengenalan sistem informasi manajemen (SIM) yang penting bagi para mahasiswa program sarjana atau pasca sarjana demi sukses profesional mereka.

MENGINTEGRASIKAN PERUSAHAAN SECARA DIGITAL: TUMBUHNYA PERUSAHAAN DIGITAL
Perkembangan Internet, globalisasi perdagangan, dan meningkatnya ekonomi informasi telah menuang kembali peran sistim informasi (SI) pada bidang manajemen dan bisnis. Teknologi internet memberi dasar untuk beragam model dan proses bisnis baru, serta bermacam jalan baru dalam hal pendistribusian ilmu pengetahuan.
Gelombang-gelombang kegagalan dari dot-com ternyata tidak menghalangi niat perusahaan untuk menggunakan teknologi Internet dalam mengendalikan bisnis mereka. Banyak perusahaan bersandar pada Internet dan teknologi jaringan untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan mereka secara elektronis, secara lancar menghubungkan banyak pabrik, kantor, dan tenaga penjualan di sekitarnya. Perusahaan-perusahaan pemelopor seperti Cisco Systems, Dell Computer, dan Procter & Gamble memperluas jaringan tersebut sampai kepada para penyalur, pelanggan, dan kelompok lain di luar organisasi terkait agar mereka dapat bertindak cepat terhadap permintaan para pelanggan dan gejala perubahan pasar. Para manajer Cisco Systems mampu memanfaatkan sistim informasi itu untuk "hampir mendekati" pembukuan mereka pada setiap waktu sehingga bisa menyusun laporan keuangan gabungan berdasar pada perubahan pemesanan, potongan harga, pendapatan, produk, dan susunan biaya kepegawaian. Para eksekutif mampu secara konstan menganalisa performa mereka pada semua level organisasi mereka. Pengintegrasian secara digital ini, baik di dalam atau di luar perusahaan, mulai dari gudang sampai kepada deretan eksekutif, mulai dari para penyalur sampai ke pelanggan, mengubah bagaimana kita mengorganisir dan mengatur suatu perusahaan bisnis. Pada akhirnya, perubahan ini mendorong ke arah perusahaan yang benar-benar dikelola secara digital. Pada perusahaan seperti inilah semua proses bisnis dan hubungan internal dengan para penyalur dan pelanggan dimungkinkan secara digital. Dalam perusahaan yang terkelola secara digital, informasi untuk mendukung keputusan bisnis siap tersedia kapanpun dan di manapun dalam organisasi yang bersangkutan. Maka kami mengubah subjudul teks ini menjadi Mengelola Perusahaan Digital.

YANG BARU PADA EDISI KEDELAPAN
Edisi ini lebih banyak mengeksplorasi pengintegrasian digital dari perusahaan dan penggunaan teknologi Internet yang secara digital memungkinkan proses bisnis untuk e-bisnis dan e-commerce. Diperlukan perhatian khusus terhadap teknologi dan aplikasi baru yang meningkatkan hubungan perusahaan dengan pelanggan dan menciptakan nilai tambah melalui kerja sama/kolaborasi erat dengan para penyalur dan mitra bisnis lain. Juga diperlukan perhatian terhadap kebutuhan untuk mendemonstrasikan nilai bisnis sistim informasi di dalam organisasi. Isi dan fitur selanjutnya mencerminkan arah baru ini.

PEMBAHASAN YANG LUAS MENGENAI BERAGAM APLIKASI ENTERPRISE UNTUK PENGINTEGRASIAN SECARA DIGITAL
Sistem untuk mengelola rantai persediaan, manajemen relasi dengan pelanggan, dan manajemen pengetahuan, bersama-sama dengan sistem perusahaan merupakan aplikasi enterprise utama yang banyak digunakan oleh perusahaan dewasa ini untuk mencapai pengintegrasian secara digital. Edisi ini lebih banyak meneliti bagaimana perusahaan menggunakan aplikasi enterprise untuk mengkoordinir aktivitas, keputusan, dan pengetahuan lintas perusahaan dan untuk menciptakan jaringan nilai dengan para penyalur dan pelanggan.

· Bab 1 dan 2 memperkenalkan empat aplikasi enterprise.
· Bab 2 menampilkan pembahasan terinci mengenai sistem enterprise dan sistem manajemen rantai persediaan dan manjemen relasi pelanggan (customer relationship management).
· Bab 10 memberikan pembahasan lebih jauh mengenai pengetahuan sistem manajemen.
· Bab-bab yang lain meliputi pembahasan tambahan mengenai aplikasi enterprise. Misalnya, pada suatu bagian di Bab 13 membahas berbagai kesulitan dalam menerapkan aplikasi enterprise; Bab 3 mendiskusikan nilai web; Bab 4 mendiskusikan bagaimana Internet dapat digunakan untuk manajemen rantai persediaan; Bab 11 merincikan aplikasi decision-support dan executive support untuk manajemen relasi dengan pelanggan, manajemen rantai persediaan, dan pengambilan keputusan yang mencakup keseluruhan perusahaan; dan Bab 14 menampilkan masalah keamanan pada aplikasi enterprise.
· Pada tiap bab terdapat kotak "Pada Jendela" atau studi kasus yang berhubungan dengan aplikasi enterprise, pengintegrasian digital, atau teknologi Internet.
· Bab 6, 9, and 12 membahas secara luas infrastruktur teknologi informasi untuk pengintegrasian digital, termasuk layanan Web, XML, perangkat lunak aplikasi enterprise terintegrasi, dan layanan Internet serta perangkatnya.

FOKUS BARU PADA NILAI BISNIS SISTIM INFORMASI
Materi baru di Bab 1 mensiagakan para siswa akan kebutuhan untuk mendemonstrasikan bagaimana sistim informasi berperan untuk pengambilan keputusan manajemen secara lebih baik dan meraih profitabilitas perusahaan lebih tinggi. Bab 13 ("Memahami Nilai Bisnis Sistem dan Mengelola Perubahan") telah dikerjakan-ulang untuk menggabungkan penelitian up-to-date riset dalam bidang SIM tentang bagaimana cara mengukur nilai bisnis sistim informasi. Bab 6 mendiskusikan total biaya kepemilikan aset teknologi informasi dan pertanyaan apakah perusahaan perlu menyewa perangkat keras, perangkat lunak, dan teknologi lainnya dari penyedia layanan teknologi atau memilikinya sendiri. Studi kasus, kotak "Pada Jendela", dan proyek pada tiap bagian bab mengajak para siswa untuk meneliti bagaimana sistem yang sedang dibahas itu memberi nilai kepada perusahaan. [options] => [tag] => [ccy] => [listed_on] => 2006-08-08 00:04:42 [stock_status] => rs )

Descriptions

Mengelola Perusahaan Digital
ISBN: 979-731-704-8
Author: Kenneth C. Laudon & Jane P. Laudon
xxxvi + 800 hlm, 20 x 29 cm
Cetakan I, 2005
Harga Awal: Rp.142000

Sistem Informasi Manajemen: Mengelola Perusahaan Digital, Edisi Kedelapan mengacu pada premis bahwa pengetahuan sistim informasi merupakan esensi penting untuk menciptakan perusahaan yang kompetitif, mengatur kerjasama global, menambahkan nilai bisnis, dan menyediakan produk dan jasa yang bermanfaat bagi pelanggan. Buku ini memberi suatu pengenalan sistem informasi manajemen (SIM) yang penting bagi para mahasiswa program sarjana atau pasca sarjana demi sukses profesional mereka.

MENGINTEGRASIKAN PERUSAHAAN SECARA DIGITAL: TUMBUHNYA PERUSAHAAN DIGITAL
Perkembangan Internet, globalisasi perdagangan, dan meningkatnya ekonomi informasi telah menuang kembali peran sistim informasi (SI) pada bidang manajemen dan bisnis. Teknologi internet memberi dasar untuk beragam model dan proses bisnis baru, serta bermacam jalan baru dalam hal pendistribusian ilmu pengetahuan.
Gelombang-gelombang kegagalan dari dot-com ternyata tidak menghalangi niat perusahaan untuk menggunakan teknologi Internet dalam mengendalikan bisnis mereka. Banyak perusahaan bersandar pada Internet dan teknologi jaringan untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan mereka secara elektronis, secara lancar menghubungkan banyak pabrik, kantor, dan tenaga penjualan di sekitarnya. Perusahaan-perusahaan pemelopor seperti Cisco Systems, Dell Computer, dan Procter & Gamble memperluas jaringan tersebut sampai kepada para penyalur, pelanggan, dan kelompok lain di luar organisasi terkait agar mereka dapat bertindak cepat terhadap permintaan para pelanggan dan gejala perubahan pasar. Para manajer Cisco Systems mampu memanfaatkan sistim informasi itu untuk "hampir mendekati" pembukuan mereka pada setiap waktu sehingga bisa menyusun laporan keuangan gabungan berdasar pada perubahan pemesanan, potongan harga, pendapatan, produk, dan susunan biaya kepegawaian. Para eksekutif mampu secara konstan menganalisa performa mereka pada semua level organisasi mereka. Pengintegrasian secara digital ini, baik di dalam atau di luar perusahaan, mulai dari gudang sampai kepada deretan eksekutif, mulai dari para penyalur sampai ke pelanggan, mengubah bagaimana kita mengorganisir dan mengatur suatu perusahaan bisnis. Pada akhirnya, perubahan ini mendorong ke arah perusahaan yang benar-benar dikelola secara digital. Pada perusahaan seperti inilah semua proses bisnis dan hubungan internal dengan para penyalur dan pelanggan dimungkinkan secara digital. Dalam perusahaan yang terkelola secara digital, informasi untuk mendukung keputusan bisnis siap tersedia kapanpun dan di manapun dalam organisasi yang bersangkutan. Maka kami mengubah subjudul teks ini menjadi Mengelola Perusahaan Digital.

YANG BARU PADA EDISI KEDELAPAN
Edisi ini lebih banyak mengeksplorasi pengintegrasian digital dari perusahaan dan penggunaan teknologi Internet yang secara digital memungkinkan proses bisnis untuk e-bisnis dan e-commerce. Diperlukan perhatian khusus terhadap teknologi dan aplikasi baru yang meningkatkan hubungan perusahaan dengan pelanggan dan menciptakan nilai tambah melalui kerja sama/kolaborasi erat dengan para penyalur dan mitra bisnis lain. Juga diperlukan perhatian terhadap kebutuhan untuk mendemonstrasikan nilai bisnis sistim informasi di dalam organisasi. Isi dan fitur selanjutnya mencerminkan arah baru ini.

PEMBAHASAN YANG LUAS MENGENAI BERAGAM APLIKASI ENTERPRISE UNTUK PENGINTEGRASIAN SECARA DIGITAL
Sistem untuk mengelola rantai persediaan, manajemen relasi dengan pelanggan, dan manajemen pengetahuan, bersama-sama dengan sistem perusahaan merupakan aplikasi enterprise utama yang banyak digunakan oleh perusahaan dewasa ini untuk mencapai pengintegrasian secara digital. Edisi ini lebih banyak meneliti bagaimana perusahaan menggunakan aplikasi enterprise untuk mengkoordinir aktivitas, keputusan, dan pengetahuan lintas perusahaan dan untuk menciptakan jaringan nilai dengan para penyalur dan pelanggan.

· Bab 1 dan 2 memperkenalkan empat aplikasi enterprise.
· Bab 2 menampilkan pembahasan terinci mengenai sistem enterprise dan sistem manajemen rantai persediaan dan manjemen relasi pelanggan (customer relationship management).
· Bab 10 memberikan pembahasan lebih jauh mengenai pengetahuan sistem manajemen.
· Bab-bab yang lain meliputi pembahasan tambahan mengenai aplikasi enterprise. Misalnya, pada suatu bagian di Bab 13 membahas berbagai kesulitan dalam menerapkan aplikasi enterprise; Bab 3 mendiskusikan nilai web; Bab 4 mendiskusikan bagaimana Internet dapat digunakan untuk manajemen rantai persediaan; Bab 11 merincikan aplikasi decision-support dan executive support untuk manajemen relasi dengan pelanggan, manajemen rantai persediaan, dan pengambilan keputusan yang mencakup keseluruhan perusahaan; dan Bab 14 menampilkan masalah keamanan pada aplikasi enterprise.
· Pada tiap bab terdapat kotak "Pada Jendela" atau studi kasus yang berhubungan dengan aplikasi enterprise, pengintegrasian digital, atau teknologi Internet.
· Bab 6, 9, and 12 membahas secara luas infrastruktur teknologi informasi untuk pengintegrasian digital, termasuk layanan Web, XML, perangkat lunak aplikasi enterprise terintegrasi, dan layanan Internet serta perangkatnya.

FOKUS BARU PADA NILAI BISNIS SISTIM INFORMASI
Materi baru di Bab 1 mensiagakan para siswa akan kebutuhan untuk mendemonstrasikan bagaimana sistim informasi berperan untuk pengambilan keputusan manajemen secara lebih baik dan meraih profitabilitas perusahaan lebih tinggi. Bab 13 ("Memahami Nilai Bisnis Sistem dan Mengelola Perubahan") telah dikerjakan-ulang untuk menggabungkan penelitian up-to-date riset dalam bidang SIM tentang bagaimana cara mengukur nilai bisnis sistim informasi. Bab 6 mendiskusikan total biaya kepemilikan aset teknologi informasi dan pertanyaan apakah perusahaan perlu menyewa perangkat keras, perangkat lunak, dan teknologi lainnya dari penyedia layanan teknologi atau memilikinya sendiri. Studi kasus, kotak "Pada Jendela", dan proyek pada tiap bagian bab mengajak para siswa untuk meneliti bagaimana sistem yang sedang dibahas itu memberi nilai kepada perusahaan.

Member baru? daftar di sini, gratis!
Lupa password? klik disini