Film yang memenangkan 7 Piala Oscar dan terdaftar sebagai film Amerika urutan ke-11 terbaik sepanjang masa di Amerika. Cerita film ini berpusat pada sebuah penjara Jepang yang terisolasi di dalam hutan Asia Tenggara di mana Colonel Saito, Sessue Hayakawa bertanggung jawab atas gedung yang sangat penting.
David Lean dengan jeniusnya menciptakan kembali novel klasik karya Pierre Boulle dalam Perang Dunia II di hutan Birma ini. Saksikan sendiri adegan menegangkan yang terjadi dalam The Bridge On The River Kwai.
EXCLUSIVE LIMITED EDITION ! When British P.O.W.S build a vital railway bridge in enemy occupied Burma, Allied commandos are assiegned to destroy it in one the most memorable cinematic experiences of all time
SPECIAL FEATURES : DISC ONE * Digitally Mastered Audio & Anamorphic Video * Widescreen Presentation * English 5.1 (Dolby Digital) and 2-Channel (Dolby Surround) French 5.1 (Dolby Digital), Spanish, Portugues * Subtitles : English, French, Spanish, Portugues, Chinese, Korean and Thai * Isolated Music Score
DVD ROM COMPONENTS * Trivia Sabatoge : "Experience Building the Bridge" * Maps and Military Strategy * Screensavers From Original Movie art
SPECIAL FEATURES : DISC TWO * Exclusive Documentary - Adaptation od Boulle's novel, casting, history of production, score, release, restoration and more * Original Featurette : Rise and Fall of a Jungle Giant * USC Short Film Intoduced by William Holden * An Appreciation by Filmmaker John Milius * Photo Gallery * Threatical Trailers * Talent Files * Interactive and Animated Menus * Scene Selections
COLLECTIBLE INSERTS Insert features text of original 1957 souvenir book
Seorang tahanan perang Jepang dipenjara di Burma pada tahun 1943, di mana perang kemauan terjadi antara kamp Kolonel Saito (Sessue Hayakawa) dan kolonel pandatang baru dari Inggris bernama Kolonel Nicholson (Alec Guinness). Saito menuntut orang-orang Nicholson untuk membangun jembatan di sepanjang Sungai Kwai, yang akan digunakan sebagai sarana transportasi gudang mesiu Jepang. Nicholson menolak. Namun akhirnya Nicholson setuju akan tetapi tidak sepenuhnya.
Nicholson berusaha membuktikan bahwa jembatan yang ia bangun lebih baik dari buatan orang-orang Saito. Setelah jembatan itu jadi, Nicholson menjadi terobsesi untuk menyempurnakannya yang akhirnya malah menguntungkan pihak Jepang. Sementara itu, Shears (William Holden), American POW kabur dari kamp itu. Ia menyelamatkan dirinya dari pengadilan yang dipimpin oleh anggota tentara Inggris. Namun ia kembali unutk menghancurkan jembatan buatan Nicholson. Dengan kembalinya, ia menyadari bahwa keinginan Nicholson untuk menyempurnakan jembatan itu telah membuatnya gila.